Friday, 18 October 2019   |   18:30 PM
Selamat Datang di Areabola.info – Agen SBOBET Indonesia
Silahkan mulai daftarkan diri anda, Pendaftaran Gratis !
Apabila membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas !
agen bola SBOBET

Agen Bola - Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

Pendukung Liverpool Sudah Siap Jika Nirgelar di Musim Ini

Liverpool

 

Dunia kadang memang tidak adil. Ada yang berjuang, namun tidak mendapatkan apa-apa. Ada yang terlihat tidak melakukan apapun, akan tetapi malah meraih hak istimewa bahkan sampai penghargaan besar.

Pada akhirnya penghargaan sekedar menjadi buah tangan atas prestasi tertinggi. Namun tidak semua yang berakhir di peringkat 1, sukses menjadi sesuatu.

Coba hitung ada berapa banyak juara Indonesian Idol yang sukses sampai saat ini? Bandingkan dengan mereka yang tidak menjadi juara, akan tetapi mencapai konsistensi penampilan di dunia nyata.

Citra Scholastika, Gisella Anastasia, Judika Sihotang sampai Kunto Aji Wibowo tidak ada yang menjadi juara. Namun mereka berhasil memberikan karya yang konsisten di belantika musik Indonesia.

Sayangnya hal yang seperti ini tidak bisa terjadi di dunia sepakbola. Di dunia sepakbola, trofi merupakan segalanya. Kekuatan, dominasi, superioritas sebuah tim bakal dilihat dari apa yang mereka menangkan.

Kalau gagal, dampak panjang pun akan terjadi sesudahnya. Mulai dari cibiran, sindiran, hinaan dan cacian. Sampai pemasukan yang berkurang, bursa transfer yang sepi karena tidak ada pemain yang mau bergabung dan sebagainya.

Berbicara mengenai tim besar yang minim trofi di era milenium ini, Liverpool patut berada di urutan pertama. Cuma mampu meraih satu trofi besar, yakni Liga Champions sejak 1990 bukanlah sesuatu yang hebat untuk tim yang katanya terbaik di tanah Britania.

Pendukung Liverpool juga sudah biasa dengan PHP (Pemberi Harapan Palsu) yang dilakukan tim kesayangannya ini. Yang paling dekat saat Luis Suarez hampir membawa The Reds juara di musim 2013/2014, namun tiba-tiba sang ikon (Steven Gerard) terpleset di momen krusial melawan Chelsea.

Tidak berhenti disana, Liverpool hampir menjadi juara Liga Europa di musim 2015/2016. Sempat melakukan comeback dramatis di perempatfinal melawan Borussia Dortmund, Liverpool malah takluk 1-3 dari Sevilla di pertandingan puncak.

Pada musim lalu, Liverpool kembali mengangkat harapan pendukungnya. Mampu melaju ke laga puncak Liga Champions menjadi bukti kualitasnya. Akan tetapi, Liverpool kembali mengecewakan. Loris Karius menjadi bahan tertawaan dengan 2 kesalahan saat ‘Si Merah’ kalah 1-3 dari Real Madrid.

Musim ini semua mimpi dan asa terkumpul lagi. Menjelang musim tuntas, Liverpool masih mempunyai potensi mengangkat trofi Premier League dan Liga Champions.

Liverpool berhasil melakukan comeback dramatis saat melibas Barcelona 4-0 di Anfield pada hari Rabu (8/5/2019) dinihari WIB usai sempat kalah 0-3 di leg I di Camp Nou.

Mereka memiliki bek yang dinobatkan sebagai yang terbaik di Premier League, yakni Virgil Van Dijk. Itu belum termasuk menilai penampilan super para pemain lain seperti Alisson Becker hingga trisula ‘Firmansah’.

Di lain sisi, Juergen Klopp dan Van Dijk mengambil jalan ‘aman’ dengan menyebutkan Liverpool sudah berhasil walaupun gagal mengangkat trofi sekalipun. Namun apakah pendukung setuju dengan pernyataan itu?

Apakah Liverpudlian mau kembali melewati musim tanpa trofi? Apakah mereka mau disindir ‘buat apa bermain bagus sampai final tapi akhirnya gagal juga yang akan datang?’ Well, itu yang saya tau sebagai fans Liverpool.

Ada 180 menit tersisa buat Liverpool. 90 menit di Anfield menghadapi Wolverhampton Wanderers dan 90 menit (plus perpanjangan waktu dan adu penalti kalau diperlukan) di Wanda Metropolitano melawan Tottenham Hotspur.

Sebagai seorang suporter yang terkenal pesimistis terhadap tim, saya mesti mengatakan jika perolehan 97 poin merupakan prestasi gemilang buat Liverpool.

Itu menjadi raihan terbaik Liverpool di sepanjang sejarah. Bahkan cuma sekali kalah di Premier League daripadai calon juara Manchester City yang telah menelan 4 kekalahan.. Liverpool pantas dianggap sebagai tim terbaik di tanah Britania. Semua pecinta sepakbola akan satu suara kecuali pendukung Everton dan Manchester United.

Sayangnya, trofi memang sangat penting buat siapapun di dunia sepakbola. Mungkin ada suporter yang berlapang dada dan bangga dengan apa yang sudah diperlihatkan Liverpool di musim ini. Namun ada sebagian lainnya masih berharap kepada trofi dan itu sama sekali tidak salah.

Beruntung karena Liverpool mampu melangkah ke final Liga Champions. Jadi sesudah 12 Mei 2019 nanti, setidaknya masih ada sesuatu yang akan diharapkan oleh para pendukung Liverpool karena 97% City akan menjadi juara. Meski tidak ada juga jaminan Liverpool bisa mengalahkan Tottenham.

Believe, Optimistic, Youll Never Walk Alone dan yang teranyar kata Mohamed Salah ‘Never Give Up’. Kata-kata penyemangat yang sudah siap di benak pendukung Liverpool. Keajaiban mereka tunggu demi mimpi yang tidak kunjung datang. Apapun hasilnya, mereka telah bersiap. Toh jika nantinya gagal, dunia tidak akan berakhir.

Klopp tidak akan dipecat. Liverpool juga telah menjadi tim Inggris dengan pemasukan tertinggi dari Liga Champions bersama Tottenham, yakni hampir 100 juta poundsterling menurut Swiss Ramble.

Jadi, saya yakin jika pendukung Liverpool lebih siap melihat timnya tidak meraih gelar apapun dibanding pendukung rival yang tidak siap melihat mereka juara.

Komentar

agen bola