Saturday, 16 December 2017   |   23:28 PM
Selamat Datang di Areabola.info – Agen SBOBET Indonesia
Silahkan mulai daftarkan diri anda, Pendaftaran Gratis !
Apabila membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas !
agen bola SBOBET

Agen Bola - Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

Wasit Indonesia Ceritakan Jam Terbangnya ketika Berdinas di Myanmar

Dwi Purba Adi Wicaksana

Indonesia tidak cuma kirim timnas pada arena Piala AFF U-18 2017Myanmar. Namun ada juga piranti kompetisi yang turut membawa nama harum bangsa, seperti Dwi Purba Adi Wicaksana serta Thoriq Alkatiri (wasit), dan Syamsudar Bangbang (asisten wasit).

Mereka terasa nyaman sepanjang di Yangon. Walau sebagian besar masyarakat Ibu kota Myanmar beragama Budha, beberapa duta bangsa itu tidak menjumpai masalah. Baik masalah hotel, makanan, sampai menggerakkan beribadah salat untuk korps pakaian hitam yang muslim.

” Situasi di Yangon aman. Banyak warga yang muslim juga. Kegiatan keseharian kami serta warga kota jalan normal. Walau Myanmar sekarang ini jadi sorotan dunia karna problem Rohingya. Kami dapat istirahat, beribadah, serta bertugas tanpa ada rasa cemas. Hari Jumat tempo hari, kami salat Jumat di masjid dekat stadion. Namun saya lupa nama masjidnya, ” ungkap Toriq Al Katiri ke Bola. com.

Wasit yang bertempat di Banjarmasin, Kalsel ini bercerita kebiasaan keseharian sepanjang ada di Yangon.

” Karna pekerjaan kami disini untuk sepak bola, setiap hari aktivitas kami dari hotel ke stadion. Pagi latihan, siang harus ikuti pelajaran di kelas untuk pelajari serta persiapan pekerjaan, serta jam satu siang ke stadion. Kami baru balik ke hotel jam 8 malam, ” papar Toriq Al Katiri.

Karna jadwal yang begitu padat, Toriq Al Katiri dkk. belum juga pernah pelesiran untuk melepas capek sepanjang di Yangon. ” Jadi kami belum juga pernah berjalan-jalan. Kami cuma nikmati situasi malam di sekitaran hotel saja sepulang dari stadion. Hotel kami nyaman, walau bukanlah hotel berbintang. Warga Yangon juga ramah, ” katanya.

Masalah makanan juga, Toriq Al Katiri cs dapat memakannya dengan lahap. Karna kebetulan hotel yang dihuni dibawah manajemen beberapa orang Malaysia.

” Makanan kita di hotel tidak ada problem. Karna manajemen dari Malaysia, jadi makanan halal. Walau kami tidak menjumpai menu ciri khas Indonesia, namun rasa-rasanya beberapa serupa Indonesia. Masakan ciri khas Melayu. Karna masalah makanan Indonesia serta Malaysia tidak lain jauh, ” tuturnya.

Komentar

agen bola